Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Rakyat Sambas : Tangga Emas (Si Nelayan Serakah)

Cerita rakyat kabupaten Sambas tentang legenda tangga emas. Kabupaten Sambas merupakan kabupaten di Indonesia yang terletak di ujung utara dari Provinsi Kalimantan Barat. Wilayah kabupaten Sambas sangat luas hingga pada tahun 2000, Kabupaten Sambas dimekarkan menjadi 3 kabupaten yang terdiri dari kabupaten Sambas, kabupaten Singkawang, dan Kabupaten Bengkayang.

Kabupaten Sambas memiliki sebuah cerita rakyat yang masih dikenal hingga sekarang. Cerita rakyat tersebut adalah asal-usul kampung Tangga Mas. Cerita ini yaitu tentang nelayan yang berhasil menjala tangga berupa emas di sungai yang karena perahu nelayan tersebut tidak kuat menaggung beban tangga emas, maka perahu tersebut tenggelam.  

Cerita Si Nelayan Serakah - Tangga Emas

Pada zaman dahulu kala, ada seorang nelayan miskin yang tinggal di dekat sungai Sambas. Nelayan tersebut hidup bersama istri dan beberapa anaknya. Setiap hari nelayan itu mencari ikan dengan cara memancing. Di suatu hari, sang nelayan hanya mendapatkan ikan dalam jumlah yang sedikit. Ia pun memberikan hasil tangkapan ikan yang sedikit itu kepada istrinya. Tentu saja, jumlah ikan yang sedikit itu hanya untuk lauk makan satu hari. Begitulah kehidupan nelayan sehari-hari bersama keluarganya. Ikan hasil tangkapan nelayan itu hanya cukup untuk makan satu hari.

Keesokan harinya nelayan kembali pergi ke sungai dengan perahunya. Seperti hari-hari sebelumnya, hanya ikan-ikan kecil yang berhasil ditangkapnya. Ketika sedang mengayuh ikan, nelayan itu tiba-tiba melihat nelayan lain yang menangkap ikan menggunakan jala. Si nelayan melihat ikan-ikan besar dan banyak berhasil ditangkap dengan menggunakan jala.

Sesampainya di rumah, nelayan itu langsung membuat jala dibantu oleh istrinya agar esok harinya bisa mendapatkan ikan yang lebih banyak. Nelayan dan istrinya membuat jala hingga malam tiba. Esok harinya banyak ikan besar yang berhasil ditangkap oleh nelayan itu. Perahu si nelayan itu sampai penuh dengan ikan. Keluarga nelayan itu akhirnya bisa makan ikan yang besar-besar. Tidak hanya cukup dimakan, tetapi nelayan itu juga bisa menjual sebagian ikannya di pasar. Semenjak menggunakan jala, kehidupan si nelayan dan keluarganya semakin membaik.

Hari itu nelayan berangkat ke sungai dengan ditemani anaknya yang tertua. Tidak seperti hari-hari biasanya, hingga siang hari tidak satu ekor ikan pun berhasil mereka dapatkan. Nelayan kemudian mendayung perahunya ke arah hilir ke perairan yang lebih dalam. Kali ini si nelayan mencoba peruntungannya di bagian hilir sungai yang mana airnya lebih dalam. Sepertinya si nelayan menemui keberuntungannya. Jala yang dilemparkan ke sungai itu terasa berat. Pasti penuh dengan ikan-ikan besar. Dengan dibantu anaknya, jala berhasil diangkat perlahan-lahan kepermukaan.

Alangkah terkejudnya mereka, ternyata bukan ikan yang mereka dapat. Ternyata mereka mendapatkan emas berupa rantai emas. Nelayan dan anaknya yang senang bukan kepalang itu terus menarik rantai tangga emas itu ke atas perahu. Mereka tidak menyadari perahu telah kelebihan muatan hingga air hampir masuk ke dalam.

Cerita Rakyat Sambas Tangga Emas Si Nelayan Serakah

Tiba-tiba saja, puluhan ikan gabus mendekati perahu nelayan dan berkata bahwa perahu nelayan sudah tidak kuat untuk menampung rantai tangga emas itu. Mereka menyarankan agar rantai ema situ dipotong karena emas yang didapat sudah cukup banyak. Mendengar nasihat dari para ikan gabus, sang pemuda justru marah-marah kepada ikan gabus dan berkata bahwa jika tidak ada rantai emas ini, maka ikan-ikan gabus tersebut yang menjadi sasaran pemuda tersebut.

Mendengar apa yang disampaikan nelayan, puluhan ikan gabus itu pun meninggalkan nelayan. Mereka berpikir bahwa memang susah bicara dengan manusia. Mereka suka lupa diri jika dapat harta. Jadi, ikan-ikan gabus itu pergi meninggalkan nelayan dan anaknya yang masih sibuk menarik rantai tangga emas dari dasar sungai.

Akhirnya air mulai masuk ke dalam perahu yang sudah kelebihan muatan itu. Pelan-pelan perahu tersebut mulai tenggelam. Nelayan dan anaknya yang menyadari perahu hampir tenggelam di itu berteriak minta tolong. Tidak ada yang mendengar teriakan mereka. Perahu yang berisi rantai tangga emas itu pun tenggelam bersama nelayan dan anaknya. Sejak itulah daerah tempat tenggelamnya nelayan dan anaknya itu disebut dengan kampung Tangga Mas.

Pesan Moral Cerita Rayat Sambas tentang Kampung Tangga Emas

Berdasarkan kisah atau legenda di atas, ada pelajaran penting yang kita dapatkan yakni kita tidak boleh serakah ketika ada rejeki yang ada di depan kita. Kita harus mampu mengontrol diri agar jangan sampai keserakahan yang mencelekai kita.

Terima kasih telah membaca cerita rakyat dari kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Jika pembaca menjumpai versi lain dari kisah kampung tangga emas, silahkan tulis di kolom komentar ya. Jika menurut pembaca cerita rakyat tersebut menarik untuk dibagikan di sosial media pembaca, silahkan dibagikan ya.

Posting Komentar untuk "Cerita Rakyat Sambas : Tangga Emas (Si Nelayan Serakah)"